James "saya pria normal pasti tergoda"
“Saya pria normal. Pasti tergoda”ungkapnya sambil tertawa ketika ditanya bagaimana menyikapi profesinya sebagai fotografer majalah dewasa (Popular) yang notabene bergelimangan model seksi.
Melihat mahluk cantik, seksi, dan menggoda sering kali
membuat fotografer ternama ini harus menahan emosi dikala mengingat tiga orang
putri dan istrinya di rumah. Ini bukan hal yang mudah tapi baginya “jangan kita
yang dikuasai model, tapi kita yang menguasainya”
James
Arthur Watulingas(39) pria kelahiran Jakarta 15 Juli ini lahir dari keluarga
yang memiliki latar belakang Fotografer. Kakek buyutnya, Kasian Cephas adalah
Fotografer pertama di Indonesia. Beliau merupakan fotografer di Keraton atau di
kerajaan – kerajaan. Sampai saat ini karyanya masih terawat di Jogja,
Surakarta, dan Belanda.
Mengawali karir sebagai Fotografer di ProGolf Magz(1997)
membuat anak dari pasangan Leopold Everhard Watulingas dan Agatha Geraldine
Cephas ini sempat menghentikan pendidikannya di IISIP saat semester
VII(1996/1997) karena mengambil kesempatan magang yang membuatnya memutuskan
untuk cuti selama 3 tahun.
James mengaku sudah memegang kamera sejak masih kecil.
Namun bakatnya baru terlihat ketika SMA saat bapak dari Kezia Kinza. W, Hanaya
Isai. W, dan April Easter. W diminta untuk mendokumentasikan acara perpisahan
sekolahnya. Sampai pada akhirnya menjadi professional saat sudah berstatus
mahasiswa.
Untuk menjadi sukses seperti saat ini tentu suami dari
Novita Olgah Maryline Tengker ini sudah banyak merasakan asam garamnya dunia kerja
dan kehidupan. Bahkan James sempat mengatakan bahwa awalnya dia merahasiakan profesinya dari
Istrinya meskipun akhirnya mengaku dan sang istri mulai menerimanya.
“Wanita adalah sesuatu yang unik”katanya sambil
tersenyum.
Suksesnya pria yang hobi traveling, olahraga (footshal),
dan tertarik pada dunia animasi ini tentu tidak lepas dari peran keluarga.
Sempat memiliki kisah pilu ketika sempat terpisah dengan keluarga dan tinggal
dipanti asuhan Van Pandesteur, Depok selama 4 tahun membuat James menjadi mandiri
hingga seperti sekarang ini.
Tidak puas dengan memotret model – model cantik, James
yang memulai karirnya dengan kamera Nikon
FM 2 mencoba peruntungannya disisi Budaya dan Journey.
Pria yang memiliki prinsip “kenapa
harus jadi follower kalau bisa jadi trendsetter” itu memiliki moto”jangan
pernah takut melakukan suatu hal kecil untuk hal yang besar”tutupnya.
No comments:
Post a Comment