Indonesia adalah negeri
kaya cita rasa, itulah salah satu dari puluhan bahkan ratusan opini ketika
mendeskripsikan negara Indonesia. Hal inilah yang menjadikan hampir disetiap
kota di Indonesia memiliki makanan khas. Salah satunya adalah kota dibagian
selatan Sumatera, Palembang. Bukan hanya empek-empeknya yang menggoyang lidah
tetapi juga ada martabak india, kue masubah, kue delapan jam, dan lain
sebagainya yang menjadikan kota ini sebagai salah satu tempat yang cocok untuk
berwisata kuliner.
Menapaki kota Palembang rasanya tak lengkap bila belum
menelusuri sungai Musi, sungai terpanjang di Sumatera dengan panjang 750 km,
yang membelah kota ini menjadi dua bagian kawasan, yakni Seberang llir di
bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan. Sambil menyelam minum air,
sambil menikmati hamparan air yang luas dengan getek yang membawaku ke pulau
Kamaro aku mengulik rasa ingin tahuku tentang kue yang hanya dapat ditemui saat
hari – hari besar (perayaan) di kota ini pada pengendara getek.
Berawal
dari mencicipi bekal teman saat duduk di sekolah dasar lidahku langsung jatuh
cinta pada rasanya yang legit, kue maksuba,
lapis legit khas Palembang ini hanya dijual di Palembang dan dihari – hari tertentu
saja tapi tak lantas membuat saya patah semangat untuk tetap mencarinya
meskipun saat itu bukan hari besar. Sayang rasanya sudah jauh – jauh berkunjung
tapi tak mendapatkan keinginan terbesar saya untuk menapaki kaki di tanah
Sumatera ini.
Sesuai
informasi bapak setengah baya pengendara getek yang lupa saya tanyakan namanya
biasanya kue maksuba di jual di toko oleh – oleh tapi lagi – lagi hanya di hari
tertentu dan benar saja! Tiga toko sudah disambangi dan hasilnya nihil kalau
pun mau harus memesan satu hari sebelumnya padahal besok saya dan keluarga
harus kembali ke Jakarta.
Hampir putus asa tapi akhirnya seorang guide membawa kami
ke pasar 16 Ilir yang letaknya tak jauh dari jembatan ampera dan saya
menemukannya! Senyum mengembang langsung merubah awan mendung diwajah saya.
Dengan harga 110 ribu perloyang kecil saya sudah dapat menikmatinya. Kalau
diibaratkan rasanya seperti klapertart.

No comments:
Post a Comment