Indonesia adalah negeri
kaya cita rasa, itulah salah satu dari puluhan bahkan ratusan opini ketika
mendeskripsikan negara Indonesia. Hal inilah yang menjadikan hampir disetiap
kota di Indonesia memiliki makanan khas. Salah satunya adalah kota dibagian
selatan Sumatera, Palembang. Bukan hanya empek-empeknya yang menggoyang lidah
tetapi juga ada martabak india, kue masubah, kue delapan jam, dan lain sebagainya
yang menjadikan kota ini sebagai salah satu tempat yang cocok untuk berwisata
kuliner.
Menapaki kota Palembang rasanya tak lengkap bila belum
menelusuri sungai Musi, sungai terpanjang di Sumatera dengan panjang 750 km,
yang membelah kota ini menjadi dua bagian kawasan, yakni Seberang llir di
bagian utara dan Seberang Ulu di bagian selatan.
Setelah melakukan tawar – menawar dengan pengendara getek
akhirnya dengan biaya Rp 125.000 saya dan rombongan menelusuri sungai Musi
menuju pulau Kemaro dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Kami pun
melintas di bawah Jembatan Ampera yang menjadi Ikon kota Palembang.
Sungai yang menjadi sarana transportasi utama bagi
masyarakat ini membentang cukup luas. Berkali – kali getek kami terombang –
ambing oleh ombak kecil, sedikit mengerikan namun saya cukup menikmati meskipun
sepanjang perjalanan menuju pulau yang menjadi tempat beribadah bagi umat Hindu
itu banyak dikotori oleh sampah.
Miris rasanya melihat objek wisata yang seharusnya
memberikan kesan indah bagi para pengunjungnya agar menarik niat untuk kembali
berkunjung jauh dari kata layak. Kalau sudah begini akankah ada pengunjung yang
ingin kesana untuk kedua kalinya?
Belum lagi disepanjang saya menelusuri sungai ini banyak
warga yang tinggal di pinggiran sungai dengan rumah yang dibuat seadanya,
kecil, rapat, dan cukup kumuh. Pemandangan tak layak tidak berhenti sampai
disitu. Tidak sedikit warga yang menggunakan air sungai yang kotor itu untuk
mandi ataupun buang air.
Tidak hanya warga setempat yang seharusnya sadar mengenai
pentingnya kebersihan khususnya di objek wisata yang akan mengurangi keindahan
wisata tetapi juga dibutuhkan peran pengunjung yang harusnya bertanggung jawab
dengan tidak membuang sampah pada tempatnya.
Seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia bersama – sama
membangun kebersihan mulai dari dini karena obyek wisata merupakan salah satu
asset penting bangsa yang dapat meningkatkan devisa negara serta mengenalkan
lebih luas negara Indonesia pada turis asing.
No comments:
Post a Comment